Lomba Fotografi Menunggu Hujan

Halo, Sobat Loka! Kami datang membawa kabar baik lagi, nih. Buat kamu yang hobi ikutan lomba, kali ini Loka Media mengadakan lomba Fotografi Menunggu Hujan karya Bayu Serva. Langsung aja yuk, simak ketentuannya!

Ketentuan lomba:

1.      Peserta memposting foto novel Menunggu Hujan sekreatif mungkin dan disertakan quote favorit dari novel.

2.      Wajib follow akun Instagram @bayuserva @loka_media dan membagikan postingan ini dengan mention/tag teman kamu buat ikutan.

3.      Posting foto karyamu di Instagram dan wajib tag akun @bayuserva, @loka_media dan minimal tiga teman kamu.

4.      Di postingan lomba wajib ditambahkan hashtag #menungguhujan #bayuserva #lombafotografi #lombafotografimenungguhujan #penerbitlokamedia #bukulokamedia.

Total hadiah: Rp1.000.000 untuk dua orang pemenang.

Juara I mendapatkan Rp700.000.

Juara II mendapatkan Rp300.000.

Periode Lomba: Tgl 4 November – 30 Desember 2019 (Deadline Diperpanjang sampai 20 Januari 2020)

Pengumuman Pemenang: 11 Januari 2020 (Diubah 30 Januari 2020)

Buku Menunggu Hujan bisa kamu pesan di Shopee: https://shopee.co.id/Menunggu-Hujan-i.135302708.2053415114 Web atau WhatsApp: https://penerbitlokamedia.com/product/menunggu-hujan/

Bisa juga order melalui reseller Penerbit Loka Media.

Ikutan, yuk! ^_^

Bikin Antologi Cerpen Bareng Loka Media, Yuk!

Hola, Sobat Loka. Ada kabar gembira nih buat kamu yang suka nulis cerpen. Ikutan yuk bikin antologi bareng Loka Media.

Tema cerpen: Romance + (Horor, Misteri, atau Thriller)

Naskah romantis dibalut dengan salah satu genre pilihan. Kalau campur semua? Boleh banget.

  1. Naskah tanpa diseleksi
  2. Terbatas hanya 60 orang/naskah. Satu orang hanya boleh mengirim satu naskah, ya. Biar yang lain kebagian.
  3. Kirim naskahmu ke e-mail redaksilokamedia@gmail.com dengan subjek: Antologi Cerpen_Judul Naskah_Nama Penulis_Genre
  4. Naskah diketik di kertas A4, spasi 1,5, TNR, justify (tulisan rata kiri-kanan), dan tebal halaman 5-10 dengan format rtf/word document (tidak termasuk profil penulis).
  5. Jangan lupa cantumkan profil kamu di akhir naskah, ya.

Keuntungan

  1. Naskah diterbitkan
  2. Royalti 20%
  3. Masing-masing penulis mendapat bukti terbit 1 (satu) eksemplar (tidak termasuk ongkos kirim)
  4. Dapat ilmu dari editor selama proses revisi
  5. Penulis bisa ikut menjual bukunya dengan harga reseller/mendapat diskon 30% dengan syarat order minimal 30 eksemplar

Biaya Investasi/Pendaftaran: Rp90.000,-

Naskah ditunggu paling lambat 30 Oktober 2019.

Akan diumumkan jika kuota 60 naskah sudah terpenuhi.

Q&A

Q: Kak, transfernya ke rekening mana?

A: Kirim naskah dulu, ya. Nanti baru diinfokan di e-mail setelah kirim naskah. Alurnya Kirim Naskah – Transfer – Terdaftar – Kirim No. WA

Q. Boleh nggak kalau bayar dulu terus baru kirim naskah?

A: Nggak boleh. Harus kirim naskah dulu. ^^

Q: Kak, itu royaltinya 20% untuk 60 penulis?

A: 60 naskah akan dibukukan menjadi 3 buku. Jadi satu buku 20 naskah. 20% royalti untuk 20 penulis, kecuali penulis tersebut menjual bukunya sendiri, 20% untuk penulis tersebut.

Q: Kalau misalnya penulis ikut jadi reseller, royaltinya tetap 20%, Kak?

A: Tidak. 10%. Nanti di kontrak ada. Jika penulis menjadi reseller, berarti dapat diskon 30% dan tambahan royalti 10% jadi total diskon 40%.

Q: Setelah kirim WA nanti, gimana lagi prosesnya, Kak?

A: Tunggu kuota terpenuhi, nanti akan dibuatkan grup WhatsApp.

Q: Kak, kalau saya transfernya pas DL gitu apakah bisa?

A: Bisa kalau kuota masih cukup. Bila 60 naskah sudah terpenuhi, maka akan ditutup.

Q: Apakah buku akan dipasarkan di toko buku, Kak?

A: Bisa kalau saat PO pertama terjual minimal 500 eksemplar.

Q: Apakah royalti nanti tetap 20%?

A: Jika melakukan distribusi ini, maka royalti penulis 10% karena potongan dari distributor cukup besar.

Q: Terima kasih, Kak. Ditunggu naskahku, ya. ^^

A: Siap!

PENTINGNYA SELF EDITING

Sebelum mengirimkan naskah ke penerbit, alangkah baiknya penulis melakukan self editing terlebih dahulu. Apa itu self editing? Self editing adalah meng-edit nakah atau mengoreksi naskah sendiri sebelum dikirim ke penerbit.
Self editing sangat penting karena siapa tahu saja ada typo di dalam naskah kita. Perlu ketelitian saat kita melakukan self editing. Sangat fatal jadinya kita tidak melakukan self editing terlebih dahulu.
Naskah harus sempurna ketika kita kirimkan ke penerbit. Kalau merasa kita kurang teliti, bisa minta tolong teman penulis untuk mengoreksi naskah kita sebelum dikirimkan ke penerbit. Karena kalau ada kesalahan sedikit saja, akan berakibat sangat fatal pada naskah kita. Bahkan ada kemungkinan naskah kita termasuk dalam daftar naskah yang ditolak penerbit. Tentunya kita tidak ingin mengalami hal tersebut bukan? Karena itulah, lakukan self editing terlebih dahulu sebelum mengirim naskah ke penerbit.
Itulah pentingnya self editing bagi penulis. Semoga bermanfaat.

Kebiasan-Kebiasan Penulis Sebelum Menulis

Antara penulis yang satu dengan yang lain pasti memiliki kebiasaan-kebiasaan yang berbeda sebelum melakukan kegiatan menulis. Istilah kerennya itu, ritual sebelum menulis. Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan penulis sebelum melakukan kegiatan menulis.

Pertama, menyiapkan camilan. Bagi penulis, camilan merupakan hal wajib yang harus disiapkan. Untuk persiapan ada serangan lapar mendadak di tengah keasyikan menulis. Dan biasanya penulis malas beranjak dari tempatnya duduk walau hanya sekadar mengambil makanan. Karena itu menyiapkan camilan terkadang wajib dilakukan penulis.
Kedua, musik. Ini adalah hal terpenting yang harus disiapkan penulis untuk menjaga mood. Terkadang ketika kita menulis, rasa jenuh pasti menyerang. Padahal ide sudah bertumpuk di kepala. Karena itu, untuk mengusir rasa jenuh itu, dengarkanlah musik sejenak. Setelah pikiran fresh, lanjutkan menulis.
Ketiga, buku karya sendiri atau buku karya teman penulis. Ini sangat penting sebagai penambah semangat bagi penulis untuk segera menyelesaikan naskahnya.
Itulah beberapa kebiasaan yang dilakukan penulis sebelum menulis. Nah, kebiasaan mana yang merupakan kebiasaanmu? Semoga bermanfaat.